Hampir semua orang pernah membuat daftar tugas, dan hampir semua orang pernah mengakhiri hari dengan daftar yang masih panjang. Masalahnya jarang pada kemalasan; lebih sering pada cara daftar itu disusun.
Pisahkan daftar besar dari rencana harian
Simpan semua yang ingin kamu lakukan di satu tempat sebagai daftar induk. Namun jangan jadikan daftar itu rencana harianmu. Setiap pagi, pilih hanya beberapa tugas dari daftar induk untuk dikerjakan hari ini. Daftar harian yang pendek lebih mungkin selesai.
Tulis tugas yang bisa dikerjakan
Tugas seperti 'urus laporan' terlalu kabur sehingga mudah ditunda. Ubah menjadi langkah konkret: 'buat kerangka laporan' atau 'tulis bagian ringkasan'. Semakin jelas langkah pertamanya, semakin mudah kamu memulai.
Batasi jumlahnya
Daftar dengan dua puluh poin membuatmu kewalahan, bukan produktif. Pilih tiga tugas penting yang ingin kamu selesaikan apa pun yang terjadi. Jika ada waktu sisa, tambahkan dari daftar induk. Menyelesaikan tiga hal terasa jauh lebih memuaskan daripada menyentuh sepuluh hal tanpa tuntas.
Tentukan prioritas, bukan sekadar urutan
Tidak semua tugas sama pentingnya. Tandai mana yang benar-benar berdampak dan kerjakan lebih dulu, idealnya di waktu kamu paling segar. Tugas kecil yang mudah memang menggoda untuk dicoret duluan, tapi belum tentu yang paling berarti.
Tinjau di akhir hari
Luangkan satu menit sebelum selesai bekerja. Pindahkan tugas yang belum selesai ke besok dan siapkan daftar untuk hari berikutnya. Kebiasaan kecil ini membuat pagimu dimulai dengan jelas, bukan dengan kebingungan.