Salah satu tantangan terbesar bekerja dari rumah bukanlah fokus, melainkan berhenti. Ketika rumah dan kantor berada di tempat yang sama, batas antara waktu kerja dan istirahat mudah memudar. Tanpa batas yang jelas, pekerjaan perlahan memenuhi seluruh hari.

Tetapkan jam mulai dan berhenti

Tentukan kapan harimu dimulai dan berakhir, lalu usahakan menaatinya. Jam kerja yang mengambang membuatmu merasa selalu setengah bekerja, dan itu melelahkan. Akhir yang jelas memberi izin pada dirimu untuk benar-benar berhenti.

Buat ritual peralihan

Di kantor, perjalanan pulang menjadi tanda hari kerja usai. Di rumah, tanda itu hilang, jadi ciptakan sendiri. Berjalan singkat, menutup laptop dan menyingkirkannya, atau berganti pakaian bisa menjadi penanda bahwa kamu beralih dari kerja ke istirahat.

Matikan notifikasi di luar jam kerja

Pemberitahuan pekerjaan yang masuk di malam hari menarikmu kembali ke mode kerja, meski hanya sebentar. Matikan atau bisukan notifikasi di luar jam kerja. Hampir tidak ada yang benar-benar tidak bisa menunggu sampai esok.

Lindungi waktu istirahatmu

Istirahat bukan hadiah setelah semua selesai, karena pekerjaan tidak pernah benar-benar selesai. Jadwalkan jeda makan siang dan waktu lepas dari layar seperti kamu menjadwalkan rapat. Tubuh dan pikiran butuh pemulihan untuk tetap produktif.

Komunikasikan batasmu

Rekan kerja tidak tahu batasmu kecuali kamu menyampaikannya. Beri tahu kapan kamu biasanya tersedia dan kapan tidak. Sebagian besar orang akan menghormatinya, dan kejelasan ini menguntungkan semua pihak.

Tentang Sari Lestari

Sari adalah jurnalis yang sudah bertahun-tahun bekerja sepenuhnya dari jarak jauh. Ia meneliti bagaimana tim bisa berkolaborasi dengan baik tanpa bertemu setiap hari dan membagikan apa yang benar-benar berhasil di lapangan.

Artikel lain penulis ini